Bersyukur


G.Pnaderman

Panderman

Bersyukur adalah : sebuah ungkapan rasa terima kasih atas sebuah nikmat yang telah diberikan Allah kepada hamba-Nya. Bersyukur menjadi sebuah kewajiban bagi seorang hamba bagaimanapun keadaan dirinya, apakah ia dalam keadaan sedang mendapatkan kenikmatan atau ia sedang menghadapi sebuah cobaan. Tanda syukur seorang hamba ketika menerima nikmat maka dia akan menggunakan nikmat yang diberikan kepadanya pada aktivitas yang baik dan bermanfaat, sedangkan bersyukur atas cobaan yang diberikan oleh Allah ditandai dengan keihklasan, kesabaran dan berfikir positif (husnusszhan) kepada Allah.

Bersyukur menjadi senjata ampuh untuk mendatangkan tambahan nikmat dari Allah swt. Karena Allah menjanjikan dalam al Qur’an bahwa barang siapa yang bersyukur atas nikmat Allah maka Allah akan menambah nikmat-Nya.

Dan ingat pulalah ketika Tuhanmu memberikan pernyataan: “Jika kamu bersyukur pasti Kutambah nikmatKu kepadamu; sebaliknya jika kamu mengingkari nikmat itu, tentu siksaanku lebih dahsyat. (Ibrahim: 7) Karunia itulah yang disampaikan Allah sebagai berita gembira kepada hamba-hambaNya yang beriman dan mengerjakan kebaikan. Katakanlah: “Aku tidak meminta upah kepadamu atas seruanku ini, kecuali hanya kasih sayang dalam kekeluargaan. Siapa yang mengerjakan kebaikan, Kami lipat gandakan kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Penilai. (Ash-Syura: 23) Kaum Luthpun telah mendustakan peringatan Tuhan. Kami hembuskan kepada mereka angin puyuh, kecuali kaum keluarga Luth, mereka telah kami selamatkan sebelum fajar menyingsing. Suatu anugrah dari kami. Demikianlah kami memberi ganjaran kepada siapa yang bersyukur. (Al-Qamar: 33-35)

“Seandainya kalian menghitung nikmat Allah, tentu kalian tidak akan mampu” (An-Nahl: 18). Menurut ayat tersebut, jangankan menghitung nikmat, mengkategorikannya saja tidak mungkin sebab nikmat Allah tidak terbatas banyaknya. Karenanya seorang mukmin tidak seharusnya menghitung nikmat, melainkan berdzikir dan mewujudkan rasa syukurnya.

Bersyukur juga menjadi indikasi sifat ketawadlu’an seorang hamba terhadap Allah, bersyukur juga  sebagai pembeda antar kafir dan mukmin, lalu alas an apakah yang menyebabkan kita tidak bersyukur?mari renungkan bersama apakah kita termasuk orang-orang yang bersyukur? Diposting juga di presto.

About rabbani75

Saya seorang ayah terlahir di Lombok 5 Agustus 1975.Melalui blog ini saya mencoba untuk berbagi tentang segala hal yang saya ketahui berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang saya alami. Blog ini ini juga sebagai sarana memperkenalkan bisnis yang sedang saya geluti
This entry was posted in Artikel and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Bersyukur

  1. mamiqs says:

    Betul banget ,,,kata mas koes….Bersyukur dan terus bersyukur,,,,

  2. koeshariatmo says:

    semoga kita menjadi orang yang pandai bersyukur pak..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s