Wahyu Pertama di Bulan Suci Ramadhan


Kaligrafi

Awal turunnya wahyu ketika Rasulullah berada didalam gua hiro’ kedatang Jibril dalam bentuk aslinya telah membuat Rasulullah SAW. Merasa takut dan cemas. Sedangkan surat yang pertama kali diturunkan adalah surat al Alaq ayat 1-5, berikut uraiannya :

  1.  Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, 
  2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. 
  3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, 
  4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam[1589],
  5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. [1589] Maksudnya: Allah mengajar manusia dengan perantaraan tulis baca. 

Beberapa cara penerimaan wahyu:

  1. Rasulullah mendengar suara seperti dentang lonceng yang terus-menerus, lalu berhenti dan beliau mengerti maksudnya, ini yang dirasakan paling berat oleh beliau;
  2. Jibril datang kepada beliau dalam wujud aslinya dan menyampaikan wahyu,
  3. Jibril datang mengambil rupa manusia dan menyampaikan wahyu,
  4. dalam bentuk mimpi.  Ada beberapa faktor yang membuat beliau gemetar dan ketakutan menerima wahyu, yakni:(1) perjumpaan dengan malaikat Jibril yang dahsyat dan tidak biasa, (2) beliau tidak pernah menyangka akan menerima wahyu dan tidak mempunyai konsepsi tentang hal itu sebelumnya, artinya tidak siap secara mental maupun intelektual, (3) persangkaan bahwa itu adalah jin, dan stigma umum masyarakat Arab saat itu bahwa umumnya orang yang punya hubungan dekat dengan jin adalah dukun dan penyair, sementara beliau tidak menyukai kedua kelompok manusia tersebut, (4) wahyu sendiri merupakan fenomena di luar kewajaran alam.  Setelah perjumpaan pertama, beliau sempat terguncang dan ketakutan. Namun, riwayat yang mengatakan bahwa beliau sempat terpikir untuk menjatuhkan diri dari gunung adalah tidak shahih, dan secara akidah bertentangan dengan ishmah nubuwwah (jaminan perlindungan dari Allah bagi Nabi-Nya).  Setelah itu, walau wahyu kemudian sempat terhenti, beliau menerima wahyu tahap demi tahap dan sedikit demi sedikit. Berbagai riwayat dan kesaksian mengindikasikan beratnya menerima wahyu yang menunjukkan bahwa: (1) wahyu bukan merupakan rekayasa dan kehendak pribadi Rasulullah, tetapi semata-mata urusan Allah, (2) beliau menerimanya dalam kondisi sadar, bukan seperti penyakit ayan yang dituduhkan sebagian orientalis.  Menurut berbagai riwayat, wahyu-wahyu pertama yang turun kepada Rasulullah adalah: Al-‘Alaq, Nuun (Al-Qalam), Al-Muzzammil, Al-Muddatsir dan Al-Fatihah.  Yang disepakati mayoritas ulama’ adalah: Al-‘Alaq 1-5 sebagai wahyu pertama. Untuk wahyu-wahyu selanjutnya, ada beberapa perbedaan pendapat (ikhtilaf). Namun, tetap saja berkisar pada surat-surat yang sudah disebutkan diatas. Perbedaan hanya pada urutan, mana yang diawalkan dan mana yang didahulukan, misalnya: a. Al-‘Alaq, Al-Muddatsir, Al-Muzzamil. b. Al-‘Alaq, Al-Qalam, Al-Muddatsir. c. Al-‘Alaq, Al-Qalam, Al-Muzzammil, Al-Muddatsir. d. Al-‘Alaq, Al-Qalam, Adh-Dhuha, Al-Muzzammil, Al-Muddatsir, Al-Fatihah. Dsb.  Orang beriman pertama tentu saja Khadijah, kemudian orang-orang ini: Abu Bakar, Ali, dan Zaid bin Haritsah. Berbagai riwayat saling bertumpang tindih mana diantara mereka bertiga yang merupakan orang kedua. Tetapi, disepakati bahwa mereka adalah kalangan kaum beriman pertama. Ini wajar, mengingat Khadijah, Ali dan Zaid adalah anggota keluarga dan penghuni rumah Rasulullah, sedang Abu Bakar adalah kawan karib beliau sejak lama. Merupakan kelaziman jika mereka menjadi orang yang paling awal tahu atau diberi tahu jika ada hal-hal penting mengenai Rasulullah.  Mengapa setelah menerima wahyu posisi Rasulullah bisa berseberangan secara diametral dengan kaum kafir Quraisy? Apa yang direvolusi oleh ayat-ayat wahyu pertama tersebut sehingga kaum kafir ketakutan dan sudah menangkap tanda-tanda bahaya serta bencana besar bagi kelanggengan hegemoni mereka di Makkah?  Isi kandungan QS al-‘Alaq: 1-5, yakni: a. Konsep Rabb, ketuhanan b. Konsep penciptaan c. Konsep manusia d. Konsep ilmu e. Konsep alam f. Konsep syahadat g. Konsep loyalitas  Konsep terpenting yang membalik ideologi masyarakat kafir Quraisy adalah: konsep Rabb (ketuhanan), penciptaan dan manusia. Ini merupakan pertanyaan mendasar dalam semua filsafat dan ideologi. Apa dan bagaimana jawaban terhadap ketiga masalah ini akan sangat menentukan bentuk dan jalan yang akan ditempuh para penganutnya.  Ad.1 Konsep Rabb, ketuhanan: (1) Rabb yang mampu menciptakan, bukan yang tidak berkuasa apa-apa, terkait dengan pembalikan konsep jahiliyah tentang tuhan, (2) Maha Mulia, kemuliaan-Nya tidak terungguli oleh apapun/siapapun, (3) atau, Maha Pemurah, kemurahan-Nya tidak terbatasi dan takkan habis perbendaharaan-Nya, cukup satu tuhan untuk semua kepentingan dan urusan, terkiat dengan budaya jahiliyah yang suka mempunyai beraneka ragam tuhan untuk setiap urusan yang berbeda, (4) yang mengajarkan manusia segala yang belum pernah diketahuinya, sumber ilmu, bukan tuhan yang tidak tahu apa-apa.  Dengan konsep tuhan yang seperti itu, berarti membatalkan seluruh tuhan-tuhan lain yang disembah masyarakat Arab, yang secara khusus menguntungkan kaum Quraisy karena ratusan (sekitar 360) berhala mereka dipajang di sekeliling Ka’bah. Prosesi tahunan ibadah haji menjamin pasar yang tak habis-habisnya dan menjamin kemakmuran ekonomi bagi mereka. Dalam bayangan mereka, jika Tuhan yang benar adalah yang mempunyai predikat “Yang Menciptakan”, maka habislah semua berhala dan perekonomian mereka berada di ujung tanduk.  Relevansi modern  cara berpikir materialis, bahwa: (1) tuhan yang benar dan baik mestilah memiliki relevansi langsung dengan keinginan dan kebutuhan ekonomi, jika tidak, maka tuhan seperti itu harus disingkirkan; (2) kebenaran agama ditimbang dengan menggunakan logika material, jika sebuah agama itu benar maka mestinya harus mampu menjamin kesejahteraan ekonomi pemeluknya.  Pada dasarnya, “agama” kalangan ini adalah dunia dan materi  Kampanye ekonomi Islam atau berbasis syari’ah tidak boleh melupakan aspek akidah. Jangan sampai berpikir seperti cara kaum kafir. Atau, membangun persepsi yang salah dengan mengatasnamakan agama.  Maksudnya, jangan sampai keinginan yang asasi adalah mencapai kemakmuran dan kesejahteraan material, dan karena konsep ekonomi Islam/syari’ah terlihat potensial menawarkan laba yang tinggi, maka timbullah hasrat kesana.  Seharusnya, motivasi pertama dalam menerapkan aturan Islam di bidang ekonomi (dagang, perbankan, investasi, dsb) adalah melaksanakan hukum Allah, atau dalam rangka melaksanakan Islam secara kaffah, yang menjadi tugas utama seorang muslim. Soal berkahnya, maka kita berharap hanya kepada Allah, tanpa mengeluh. Jika Allah berikan kepada kita berkahnya di dunia ini, maka itu adalah keutamaan dan karunia. Kita nikmati dengan penuh rasa syukur. Jika tidak kita rasakan sekarang, maka kita percaya bahwa semua itu ditangguhkan di akhirat, dan Dia tidak pernah menyia-nyiakan amalan hamba-hamba-Nya yang mukhlisin.  Ad.2 Konsep penciptaan: manusia adalah makhluk, ciptaan, berseberangan dengan teori-teori materilistis yang kemudian berpuncak pada Teori Evolusi Darwin. Artinya, ada asal dan permulaan, sebagaimana seharusnya ada tempat kembali dan akhir.  Di zaman jahiliyah umum diyakini bahwa tidak ada hidup setelah mati, dan pada dasarnya pasang-surut kehidupan adalah bagian dari fenomena pergerakan waktu saja. Keyakinan mereka ini diabadikan Al-Qur’an dalam: QS Al-Jatsiyah (45): 24. Artinya: “Dan mereka berkata: “Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang akan membinasakan kita selain masa”, dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja.”  Dewasa ini, pemikiran itu tersisa sebagai konsep materialisme dalam teori evolusi Darwin, yang: (1) tidak mengakui keberadaan tuhan, (2) percaya bahwa manusia dan makhluk lain tercipta dari benda mati, secara kebetulan dan berkembang tahap demi tahap melalui evolusi, (3) materi adalah abadi dan ada sejak dahulu kala.  Harun Yahya mengupas panjang lebar masalah ini dalam berbagai karyanya.  Bersambung………. (ke sesi 005, insya-Allah)  Wallahu a’lam.

About rabbani75

Saya seorang ayah terlahir di Lombok 5 Agustus 1975.Melalui blog ini saya mencoba untuk berbagi tentang segala hal yang saya ketahui berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang saya alami. Blog ini ini juga sebagai sarana memperkenalkan bisnis yang sedang saya geluti
This entry was posted in Artikel and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s