Posted in Shirah Nabi

Masa Sebelum, Menjelang dan Awal Kenabian


 Ada dua makna “jahiliyah”: (1) al-jahl yang merupakan kebalikan dari al-‘ilmu (pengetahuan, ilmu); (2) al-jahl yang merupakan kebalikan dari al-hilmu (kesantunan, ketenangan, kendali diri, tidak terseret luapan amarah).

 Antara “ketiadaan ilmu” dan “ketiadaan kendali moral” bisa saling mempengaruhi, dan tampaknya makna pertama menjadi penentu. Dimana, karena ketiadaan ilmu maka manusia menjadi liar dan tidak bermoral. Ketiadaan ilmu bukan hanya karena tidak terdidik atau tidak bersekolah, namun juga karena ilmu/pendidikan yang keliru. Jadi, disinilah pentingnya sebuah sistem pendidikan yang benar, baik secara filosofis, metodologis, materi, maupun tujuan akhir yang ingin diraih. Ini penting bagi para akademisi, pemegang kebijakan dan praktisi pendidikan. Dalam konteks masyarakat awam, yang terpenting adalah memilih lembaga pendidikan yang benar.

 Fenomena paling menonjol “zaman jahiliyah” justru bukan ketiadaaan ilmu, namun ketiadaan sopan-santun, kendali diri dan supremasi hukum. Lebih gampangnya, zaman jahiliyah adalah kehidupan yang liar, buas, sewenang-wenang, zhalim, tak terkendali, tidak ada supremasi hukum, hilangnya kontrol moral, ketimpangan sosial, meluntur dan lenyapnya peran maupun relevansi agama dalam kehidupan riil masyarakat, merajalelanya klenik, takhayul, prasangka tak berdasar, syirik, kecenderungan penguasa/kaum kaya untuk mendiamkan keadaan ini sepanjang kenikmatan mereka tidak terusik dan kalau bisa mendapat keuntungan darinya, dst.

Continue reading “Masa Sebelum, Menjelang dan Awal Kenabian”