Evaluasi Diri saat sakit


IMG_20140805_194418

Sakit bagi sebagian orang mungkin sebagai sebuah beban kehidupan yang memberatkan, namun sakit bisa jadi menjadi sebuah nikmat bagi sebagian yang lainnya. Sudut pandang yang berbeda ini kemudian menghasilkan dua sifat yang jauh berbeda, sikap yang pertama akan  menghasilkan karakter manusia pengeluh sementara sikap yang kedua akan memunculkan manusia yang penyabar dan tahan banting. Umumnya sikap manusia yang paling sering kita dapatkan saat mereka di timpa sakit atau kesusahan adalah mengeluh, hal ini digambarkan Allah dalam firman-Nya :

Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya Maka Dia berkata: “Tuhanku menghinakanku”[1575]. al fajr 16

Teman blogger, tak seorangpun yang berharap didunia ini sebuah penyakit, pada kenyataannya sakit adalah bagian dari proses pendewasaan kit dengan kata lain Allah SWT. sedang menguji kita untuk dinaikkan derajatnya menjadi manusia yang lebih baik. Menurut hemat saya ketika sakit itu datang, maka ini adalah kesempatan untuk meng-evaluasi diri. Sikap ini akan menyadarkan diri kita untuk melihat apa yang sudah kita lakukan sebelumnya ,baik dalam hal prilaku kita sebagai seorang hamba Allah, ataupun prilaku kita dalam memperlakukan diri sendiri (gaya hidup). Bukankah penyakit itu datang disebabkan oleh prilaku  kita yang tak pandai mensyukuri nikmat kesehatan yang selama ini telah diberikan oleh Allah? dan bisa jadi karena sikap hidup dan cara hidup kita yang tak sehat?. Dua pertanyaan itu menjadi hal yang perlu di evaluasi dalam diri kita saat kita sakit, mari kita renungkan.

Pertama, kondisi saat sakit sebenarnya sebagai sebuah teguran pada diri kita , apakah nikmat kesehatan telah kita gunakan dengan maksimal?sebab mansusia akan tahu betapa besarnya arti sebuah kesehatan saat ia dalam kondisi sakit. Mungkin saja kita telah menggunakan kesehatan kita dengan sebaik-baiknya, namun dalam rangka apakah  kita menggunakan kesehatan kita ? ini yang perlu dievaluasi sebab bisa jadi kesehatan yang kita miliki lebih banyak kita gunakan untuk usaha dunia bukan untuk akherat, lalu saat sakit itu datang kita baru tersadar ternyata waktu sehat kita telah banyak terbuang untuk usaha dunia, sementara saat kita sakit tak memungkinkan lagi bagi kita untuk ibadah secara maksimal. Maka pada konsisi seperti ini tak layak kiranya kita mengeluh tentang sakit sebab sakit telah mengingatkan diri kita untuk kembali mengevaluasi nikmat sehat yang diberikan Allah kepada kita.

Kedaua Gaya hidup ( lif style) , gaya hidup yang saya maksudkan adalah prilaku hidup kita sehari-hari, belakang ini jika melihat tayangan televisi, kita menemukan fenomena dimana orang-orang yang punya banyak uang menghabiskan uangnya untuk travel,shoping dan kuliner. Gaya hidup seperti ini tidak hanya menjamur pada orang-orang yang berpunya ,tapi masyarakat yang kelas menengah hingga kebawah banyak yang mempunyai hoby serupa. Contoh kecil jika orang yang berwisata kesuatu tempat maka mereka akan mencari kuliner khas daerah yang ia kunjungi, demikian juga dengan pakaian khasnya. Dalam hal bepergian untuk jalan-jalan misalnya, banyak orang yang kelas bawah dan menengah menghabiskan yang mereka kumpulkan untuk sekedar bisa jalan-jalan kesebuah tempat yang di inginkannya. Selanjutnya gaya hidup kita yang senang makan, menjadi sumber utama munculnya penyakit dalam diri kita, lihatlah betapa gencarnya kita berburu makanan yang kita suka. Sikap ini kemudian memandulkan kewaspadaan pada diri kita untuk berhati-hati dalam memilih makanan. Pada makanan yang kita makan sebenarnya banyak terdapat sumber berbagai macam penyakit, kondisi ini diperparah oleh sikap kita yang hanya ingin menikmati makanan enak tetapi tidak berpikir efek negatif yang ditimbulkannya. Lembaga pengawasan makanan negeri ini, tidak kalah gencar mensosialisasikan makanan yang baik dan tidak baik untuk kesehatan kita, tapi kita tetap saja bebal untuk menerima nasehat tersebut. Akhirnya jika kita evaluasi pada diri kita sebenarnya munculnya sebuah penyakit bukan semata-mata kesalahan produser makanan tapi factor terbesarnya adalah prilaku kita yang tak peduli dengan gaya hidup kita yang semaunya. Jadi sebenarnya sakit adalah peringatan dini bahwa kita harus pandai-pandai memilih makanan yang baik untuk kesehatan kita. Sekedar pendapat pribadi. Wallahu ‘alam

About rabbani75

Saya seorang ayah terlahir di Lombok 5 Agustus 1975.Melalui blog ini saya mencoba untuk berbagi tentang segala hal yang saya ketahui berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang saya alami. Blog ini ini juga sebagai sarana memperkenalkan bisnis yang sedang saya geluti
This entry was posted in Renunga n and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Evaluasi Diri saat sakit

  1. Assalaamu’alaikum wr.wb….
    Kehidupan ini penuh dengan ujian buat mematangkan manusia agar selalu tabah dan teguh menghadapi tribulasinya.

    Salam sejahtera dari Sarikei, Sarawak.🙂

  2. winterwing says:

    sakit bisa menyembuhkan luka dan menghapus dosa. katanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s