Ramadhan dalam kesederhanaan


Alhamdulilah saya amat bersyukur kepada Allah di karuniai dua orang anak yang sering mengingatkan saya jika saya lupa. Dua putra kami seolah-oleh mewakili karakter kami berdua, sisulung misalnya banyak mempunyai kesamaan karakter dengan saya sementara yang bungsu banyak mempunyai kesamaan karakter dengan istri saya meskipun kadang-kadang keduanya juga bisa mewakili karakter kami berdua.

Tak terasa sudah 7 tahun usia pernikahan kami, pahit manisnya romantika kehidupan kami jalani bersama. Saya selalu teringat dengan kehidupan kami di bulan Ramadhan yang tidak secara financial mengalami peningkatan sedikit paling tidak sering mendapatkan kiriman dan undangan berbuka puasa gratis. Selain itu ada THR dan undangan ceramah yang porsinya lebih banyak dibandingkan bulan yang lain.

Namun dari semua itu yang tidak pernah berubah adalah kesederhanaan di rumah kami kalau  kebetulan kami sedang berbuka di rumah maka makanan yang tersaji bukanlah makanan sperti pada umumnya. Jika suatu saat anda bertandang kerumah kami di Malang pada saat Ramadhan, anda jangan berharap berbuka dengan kolak,kurma,es buah dan kuliner ramadhan lainnya, yang akan anda temukan mungkin hanya air putih ditambah nasi dengan lauk telur goreng,dan mie goring masakan khas istri saya.

Keadaan kami juga sama Ramadhan kali ini tidak jauh beda, terkadang ketika saya mengenang suasana berbuka di kampong saya amat jauh berbeda dengan dirumah kami saat ini. Di kampong saya beraneka ragam makanan yang mengundang selera tersaji begitu lengkap jika tiba waktu berbuka, tidak demikian dengan dirumah saya. Sungguh Allah maha adil dari kesederhanaan inilah anak-anak kami mengerti keadaan kami sehingga mereka jarang sekali protes pada apa yang kami sajikan disaat berbuka. Mendidik mereka dengan kesederhanaan itulah misi kami, untuk membiasakan mereka hidup sederhana sebab Rasulullah mengajarkan kesederhanaan dalam hidup kita.

Ya Allah aku memohon kepadamu dibulan penuh hikmah ini, jadikanlah keluargaku sebagai generasi yang sholeh dan shalehah, ya Allah jadikanlah kesederhanaan sebagai gaya hidup kami agar kami selalu bersyukur atas Karunia-Mu. Ya Allah limpahkanlah kepada kami rizqy yang halal agar kami mampu istiqamah beribadah kepada-MU. Ya Allah jadikanlah rumah tanggaku sebagai tempat terindah dalam mengadbdi kepada-MU

About rabbani75

Saya seorang ayah terlahir di Lombok 5 Agustus 1975.Melalui blog ini saya mencoba untuk berbagi tentang segala hal yang saya ketahui berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang saya alami. Blog ini ini juga sebagai sarana memperkenalkan bisnis yang sedang saya geluti
This entry was posted in Ceritaku and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Ramadhan dalam kesederhanaan

  1. Abdul Aziz says:

    Assalamu’alaikum,

    Kebahagiaan bukan datang dari kehidupan yang berlebih, tapi dari rasa syukur kepada-Nya. Dan dalam keluarga Anda terasa kesyukuran itu tertanam dalam. Karena itu saya yakin keluarga Anda bahagia.
    Terima kasih, tulisanya sangat inspiratif.

    Saya sekeluarga mengucapkan Selamat Idul Fitri. Mohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala hal yang barangkali kurang nyaman di hati.
    Taqabbalallahu minna wa minkum.

    Salam hangat dari Cianjur

  2. mida says:

    Subhanallah, saat ini sulit sekali menemukan orang-orang sederhana dan tawadhu’ seperti keluarga yang Mas miliki…
    Salam untuk putra-putrinya ya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s