Selorejo Sebuah Kenangan


Musim liburan kali ini sungguh menyenangkan bagi kami.  Juni  29 kami bertamasya ke Bendungan Selorejo, kali ini sebenaarnya bukan kantor saya yeng mengadakan tetapi kamtor dimana istri saya kerja. Sejak sebelum hari H istri saya minta didampingi untuk acara kantor di selorejo, namun karena kami berlainan tempat kerja saya tidak langsung menyanggupi permintaannya, sebab masih banyak tugas kantor yang belum terselesaikan.

Setiap malam istri saya selalu promosi tentang selorejo indahnya bersama anak dan lain sebagainya. Melihat kegigihan istri saya, ahirnya  saya mencoba meloby kepala sekolah tempat saya mengajar agar diizinkan satu hari saja untuk tidak masuk kantor. Walaupun dengan syarat ahirnya saya diizinkan untuk satu hari. Rasa senang dihati saya tak terhingga sebab keberangkatan kami gratis….tis..tis alias tidak bayar kendaraan dan akomodasi.

Hari selasa 29 juni pagi buta saya bersama istri bangun dan segera mempersiapkan keperluan dan perbekalan dalam perjalanan. Segera saya pacu sepeda motor menuju tempat sekolah tempat istri saya bekerja karena sesuai jadwal rombongan akan berangkat jam tujuh dan saat kami berangkat jarum jam sudah menunjukkan jam tujuh kurang lima menit. Setelah semua peserta hadir di tempat rombongan kami segera berangkat menuju ke Selorejo, karena bis kami terpisah saya dan istri sempat terputus kontak. Tiba di selorejo segera kami menuju tempat acara yang telah ditentukan panitia.

Villa siap huni di Selorejo, tapi bayar tentunya

Sebelum acara dimulai saya sempat melemparkan pandangan ke seluruh areal tempat wisata yang terletak di kecamatan Ngantang tersebut, sejauh mata memandang subhanallah hamparan tumbuhan hijau bak permadani menyegarkan mata yang memandang. Beberapa menit kemudian terdengar panggilan dari megaphone yang dibawa panitia yang meminta seluruh peserta diminta untuk berkumpul karena acara akan segera dimulai, segera saya mengajak anak saya kedua Faruqi unutuk segera bergabung bersama kami, sebab sejak rombongan tiba Faruqi sudah sibuk dengan Syauqi anak teman saya sesama rombongan.

Voly Air untuk rileks

Dari pengeras suara panitia mengumumkan bahwa sebelum acara tukar kado dimulai maka akan diadakan petandingan bola Voly air , acara tampak tidak terlalu serius sepertinya panitia ingin menghibur peserta dengan permainan unik ini. Permainan voly air tidak jauh beda dengan lomba-lomba tujuh belasan, jika melihat permainan ini saya tertawa karena banyak pemain yang takut basah justru kena lemparan air dari lawan mainnya, acara ini berlangsung sukses menghibur peserta rihlah.

Acara tukar kado

Acara berikutnya adalah tukar kado, seluruh peserta diminta mengumpulkan kado masing-masing kepada panitia kemudian peserta diberi kesempatan mengambil nomer urut kado yang akan mereka ambil. Istri saya ketika itu mendapat kado nomer 30 dan setelah dibuka ternyata isinya seperti yang kami harapkan yaitu terminal kuningan atau colokan listrik kami menyebutnya, kebetulan kami sedang butuh benda tersebut.

Selesai acara tukar kado kami kemudian diarahkan untuk makan siang ketika itu jam telah menunjukkan jam 12.30 saat yang tepat untuk makan siang,  karena rasa lapar yang menggoda makan seluruh peserta segera menuju tempat makan yang terletak sepanjang pinggiran bendungan selorejo, uenaaaak tenan makan siang dengan lalapan, gurami,wader,udang dan krupuk khas ditempat wisata selorejo sambil sesekali melepaskan pandangan ketengah-tengah bendungan yang airnya terlihat berkabut dan tampak perahu menembus kabut.

Puas menikmati lalapan khas Selorejo, kami menunaikan shalat dzuhur. Agenda berikutnya adalah acara bebas, kami sekeluarga bersama beberapa orang akhwat memutuskan untuk naik perahu mengelilingi bendungan selorejo hingga wilayah Ngantang. Subhanallah betapa indahnya Selorejo, sepanjang perjalanan kami di suguhkan pemandangan kebesaran Allah yang tidak seorang pun mampu meniru kebesarannya dan selanjutnya silahkan anda lihat photo berikut ini.

Photo Gunung Ngantang dari Bendungan  Selorejo

Dua sampam nelayan sedang bersandar di tepi Bendungan

Seoran pencari rumput sedang melintas membelah gelombang perahu kami

Perahu yang kami tumpangi di kemudikan oleh seorang laki-laki tua berumur lima puluh tahun, selama dalam perjalanan kami bertukar pengalaman beliau.

Dua putra saya sedang asyik menikmati pemandangan

Beliu bercerita bahwa menyesal terlambat menikah kamrena beliau menikah pada umur kepala empat sungguh umur yang sangat senja. Dari ceritanya saya menangkap rasa penyesalan beliau tentang bagaimana dia membuang masa mudanya dengan bersenang-senang hingga di usia kelima puluhnya beliau harus banting tulang menjalankan perahu yang juga milik orang lain dengan mengambil upah yang tidak cukup untuk keperluan hidupnya.

Dua akhwat yang ikut rombongan kami sedang menikmati pemandangan

Saya jadi termenung sepanjang perjalanan dan teringat hadits nabi yang mewanti-wanti kita untuk menjaga lima kesempatan sebelum datang lima kesempitan salah satunya menggunakan masa muda sebelum masa tua datang.

Ya Allah semoga kami bukan termasuk orang yang menyia-nyiakan waktu. Saya lebih heran lagi ketika bapak pengemudi perahu melanjutkan ceritanya kalau beliau berpoligami, saya iseng bertanya mengapa beliau poligami jawabnya singakt karena istri pertama tidak bisa memberikan keturunan. Dalam percakapan ini juga saya jadi tahu kalau beliau telah bekerja selama dua puluh tahun sebagai pengemudi perahu sungguh keistiqomahan yang luar biasa, mengais rizky walaupun sedikit tapi beliau masih mampu bertahan paling tidak sampai kami menggunakan jasa beliau.

Nikmati kebesaran Allah dalam setiap kesempatan jangan lupa memetik hikmah dari semua yang terjadi

Selorejo 29 Juni 2010

About rabbani75

Saya seorang ayah terlahir di Lombok 5 Agustus 1975.Melalui blog ini saya mencoba untuk berbagi tentang segala hal yang saya ketahui berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang saya alami. Blog ini ini juga sebagai sarana memperkenalkan bisnis yang sedang saya geluti
This entry was posted in Ceritaku and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s