Ketika aku di atas sampan kecil


Pernahkah anda berada disebuah lautan luas atau di tengah-tengah dangau yang dalam? kira-kira apa yang terfikir jika tiba-tiba ada badai yang datang atau gelombang besar menerjang perahu atau kapal anda. Sungguh anda akan merasakan sama dengan apa yang saya rasakan, terlebih jika anda tidak bisa berenang maka rasa takut tenggelam begitu jelas tergambar dalam benak anda dan saya.Firman Allah SWT.:

” Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang,kapal yang berlayar dilaut dengan (muatan) yang beranfaat bagi manusia,apa yang diturunkan Allah dari langit berupa air,lalu dengan air itu di hidupkan-Nya bumi setelah mati (kering), dan Dia tebarkan di dalamnya bermacam-macam binatang, dan perkisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, (semua itu) sungguh, merupakan tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mengerti”. ( surat Al Baqarah : 164)

Saya pernah mengalami sebuah peristiwa dimana saya merasakan begitu besar kekuasaan Allah dimana lautan Ia tundukkan agar kita berlayar diatas lautan luas nan ganas. Peristiwa ombak  setinggi tiga meter pernah saya alami bersama anak dan istri saya,masih ketika itu saya pulang dan akan menyeberangi selat Lombok menggunakan kapal Ferry Nusa Bakti yang usinaya sudah tua. Ketakutan yang sangat karena penyebrangan yang semula empat jam menjadi enam jam terombang ambing gelombang yang begitu besar, ketika itu yang bisa saya panjatkan hanya sebuah do’a ; ” ya Allah selamatkanlah saya dari amukan gelombang ini” doa inilah satu-satunya senjata saya sebab kalau saya mengandalkan kepandaian berenang rasa-rasanya sebuah keajaiban saya bisa selamat sebab gelombang tersebut disertai angin kencang dan amat ganas. Alhamdulillah saya bersama istri dan penumpang lainnya selamat berlabuh di pelabuhan Lembar.

Teman blogger Allah telah menundukkan lautan untuk kita, Allah menundukkan lautan agar kita bisa berlayar di atasnya, namun ternyata ganasnya ombak dilautan lepas tidak pernah membuat jera para pelaku maksiat diatas lautan betapa bebalnya manusia.Saat saya coba mengelilingi bendungan Selorejo pada 29 Juni lalu saya mengabadikan seorang pencari rumput yang menumpang diatas sampan kecil reflek saya mengabadikan momen tersebut sambil membayangkan betapa tangguhnya orang tersebut ditengah dangau yang dalam dia berlayar hanya menggunakan sampan kecil yang jika Allah tidak menundukkan air di dangau tersebut mungkin orang tersebut tidak akan mampu menolak takdir Allah ketika dia harus terbawa arus dengan sampan kecil, “maka nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”. (s. Ar Rahman : 23)

About rabbani75

Saya seorang ayah terlahir di Lombok 5 Agustus 1975.Melalui blog ini saya mencoba untuk berbagi tentang segala hal yang saya ketahui berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang saya alami. Blog ini ini juga sebagai sarana memperkenalkan bisnis yang sedang saya geluti
This entry was posted in Renunga n and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Ketika aku di atas sampan kecil

  1. cenya95 says:

    rasa takut muncul saat kita kecil. sebaliknya lupa akan kebesaran Nya.
    salam superhangat

  2. ALLAH AKAN MENJAWAB HAMBANYA YANG ABID(BERIBADAH SEKALI,SEDANGKAN ALLAH AKAN MENJAWAB SERUAN HAMBANYA YG BERDOSA SEBANYAK TIGA KALI…… ALLAH MENJAWAB TIGA KALI KARENA ALLAH TAHU BAHWA DIA TAK AKAN KEMBALI KPDANYA(NERAKA) SEDANGKAN ALLAH MENJAWAB SEKALI KARENA ALLAH TAHU DIA AKAN KEMBALI KEPADANYA(SURGA)…..BETAPA AGUNGNYA ALLAH…..
    http://masamudamasakritis.wordpress.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s