Taubat Setelah Perselingkuhan


Assalamu’alaikum Wr. Wb.,

Alhamdulillah, Allahumma shalli ‘alaa Muhammad.

Ustadz, kawan saya ini dalam dilemma dan gundah hati, dia sudah berkeluarga dan punya satu anak, mungkin karena hub. keluarganya kurang harmonis dan kurangnya pendidikan agama Islam dalam keluarga, dia terjerumus kedalam perselingkuhan sampai perbuatan zinah dengan seorang wanita yang juga sudah berkeluarga dan punya anak (wanita karier).

Sekarang wanita tersebut sedang hamil 5 bulan, saya katakan bahwa laki dan perempuan yang berkeluarga terus berzina itu harus dirajam sampai mati, tapi dia belum sanggup melakukan itu.

Dari segi keimanan, Alhamdulillah sekarang dia sudah ada perbaikan yang signifikan, keluarganya sudah lebih harmonis, sudah rajin sholat wajib dan sunnah, tahajjud dan kadang kadang puasa sunnah, dan juga sekali sekali ikut pengajian bersama saya. Itu semua dilakukan sebagai upaya untuk memperbaiki diri dan keluarganya. Namun menurutnya, wanita selingkuhannya itu belum ada tanda tanda taubat.

Tapi sampai saat ini hatinya masih belum tenang mengingat janin yang ada dalam kandungan wanita tersebut. Saya bilang bahwa apapun nantinya bayi itu adalah bayi yang suci terlepas dari perbuatan dosa orang tuanya.

Yang dia tanyakan (karena saya sendiri tidak bisa memberi jawaban), apa yang harus dia lakukan, adakah do’a yang baik yang dicontohkan Rasul bagi bayinya agar kelak bayinya menjadi anak yang sholeh? Dia bilang setiap tahajjud dia sering berdo’a dengan bhs sendiri agar bayinya tidak memiliki sifat buruk seperti ayahnya, berakhlak mulia dan selalu mendo’akan orang tuanya. Dan dia berdo’a semoga wanita tersebut taubat dan menjadi wanita sholehah dan mampu medidik anak anaknya dengan Islam.

Mohon saran dari Ustadz untuk kawan saya ini, agar dia tidak dalam kebingungan karena Alhamduillah perbaikan diri telah dilakukan dengan baik.

Jazaakillahi khair. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.,

Indra
Ciapus – Bogor
2004-11-26 18:41:23
Jawaban:

Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh
Alhamdulillah, Washshalatu wassalamu `ala Rasulillah, wa ba’d.

Yang jelas hukum rajam itu tidak mungkin dilaksanakan bila kita tidak berada di dalam wilayah hukum formal yang memberlakukan syariat Islam. Jadi tidak ada hukum rajam bagi mereka yang berzina di luar wilayah hukum Islam.

Yang ada hanyalah bertaubat secara utuh dan sepenuhnya kepada Allah SWT. Pertama dengan menyesal atas perbuatannya, kedua dengan janji tidak akan mengulanginya lagi dan ketiga meminta ampun kepada Allah SWT.

Tentang anaknya, anak itu sendiri memang tidak berdosa. Karena Islam tidak mengenal dosa warisan atau dosa keturunan. Yang jadi masalah adalah status nasab anak itu. Kepada siapakah dia akan bernasab ? Ssebenarnya bila pasangan zina kemudian menikah, maka anak yang ada dalam kandungan hasil zina akan bernasab kepada laki-laki yang menzinainya.

Masalahnya, wanita yang berzina itu sudah punya suami dan tidak mungkin menikah dengan orang lain dalam status menjadi istri orang. Kecuali bila diceraikan dan habis masa `iddahnya, barulah dia boleh menikah dengan laki-laki lain.

Masa `iddah wanita yang dicerai adalah tiga kali masa suci dari haidh. Namun karena dia dalam keadaan mengandung, maka khusus wanita hamil masa `iddahnya adalah setelah melahirkan. Sesuai dengan firman Allah SWT :

  Wanita-wanita yang ditalak handaklah menahan diri tiga kali quru’ (masa suci dari haidh). (QS. Al-Bawarah : 228)

… Dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.(QS. At-Thalaq : 4)

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

Pusat Konsultasi Syariah syariahonline.com

About rabbani75

Saya seorang ayah terlahir di Lombok 5 Agustus 1975.Melalui blog ini saya mencoba untuk berbagi tentang segala hal yang saya ketahui berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang saya alami. Blog ini ini juga sebagai sarana memperkenalkan bisnis yang sedang saya geluti
This entry was posted in Solusi and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Taubat Setelah Perselingkuhan

  1. Meidhy Aja says:

    alhamdulilah,,,kawan anda terbuka mata hatinya dan segera bertaubat…insya allah jika dia benar-benar berniat karena allah…allah pun akan mengampuni dosanya…amien..
    salam..

    http://Meidhyandarestablogme.wordpress.com

  2. domba garut says:

    Semoga dari semua contoh yang ada, masing-masing diri bisa membentenginya dengan iman dan takwa serta senantiasa mempersungguh ibadahnya.. agar tidak hanyut dalam seperti itu,bisa faham dalam agamanya.. mendidik ahli familinya, agar supaya lancar beribadah, dikala mati masuk syurga terhindar dari azab neraka.

  3. yanrmhd says:

    tapi ia tetap memiliki beban hukum, yang harus dijalani…
    -wallahua’lam-
    salam,,

  4. Mbah Jiwo says:

    Ngeri abis. Istigfar…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s