Pentingnya sebuah Rencana

Duduk

Kemarin sejak subuh saya telah meninggalkn rumah, tanpa diantar kedua anak saya, artinya saat saya berangkat kedua anak saya masih tidur. Meskipun begitu saya harus segera berangkat karena tuntutan tugas dari kantor. Perasaan saya agak kurang enak juga berangkat tanpa lambaian tangan dari kedua anak saya, ahirnya keberangkatan saya hanya diiring i doa dari istreri saya. Perjalanan dinas kali ini saya rasakan agak berat karena sejak awal rencana sudah terdapat banyak  kekurangan dan ternyata berdampak ketika dalam perjalanan.

Continue reading

Ketika aku di atas sampan kecil

Pernahkah anda berada disebuah lautan luas atau di tengah-tengah dangau yang dalam? kira-kira apa yang terfikir jika tiba-tiba ada badai yang datang atau gelombang besar menerjang perahu atau kapal anda. Sungguh anda akan merasakan sama dengan apa yang saya rasakan, terlebih jika anda tidak bisa berenang maka rasa takut tenggelam begitu jelas tergambar dalam benak anda dan saya.Firman Allah SWT.:

” Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang,kapal yang berlayar dilaut dengan (muatan) yang beranfaat bagi manusia,apa yang diturunkan Allah dari langit berupa air,lalu dengan air itu di hidupkan-Nya bumi setelah mati (kering), dan Dia tebarkan di dalamnya bermacam-macam binatang, dan perkisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, (semua itu) sungguh, merupakan tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mengerti”. ( surat Al Baqarah : 164)

Saya pernah mengalami sebuah peristiwa dimana saya merasakan begitu besar kekuasaan Allah dimana lautan Ia tundukkan agar kita berlayar diatas lautan luas nan ganas. Peristiwa ombak  setinggi tiga meter pernah saya alami Continue reading

ADAB BUANG HAJAT

Syariat islam ini sempurna, sampe urusan buang hajat aja diatur oleh yang maha pencipta. Praktekin aja yang di bawah ini:

1. Jangan menunda-nunda, segeralah membuang hajat.

Apabila seseorang merasa akan buang air, maka hendaknya bersegera melakukannya, karena hal tersebut berguna bagi agamanya dan bagi kesehatan jasmani.

2. Jangan mengangkat pakaian sehingga sudah dekat ke tanah, yang demikian itu supaya aurat tidak kelihatan. Di dalam hadits yang bersumber dari Anasz, ia menuturkan, “Biasanya apabila Nabir hendak membuang hajatnya tidak mengangkat (meninggikan) kainnya sehingga sudah dekat ke tanah.” (HR. Abu Daud dan At-Turmudzi, dinilai shahih oleh Al-Albani).

3. Jangan membawa sesuatu yang berisi ungkapan Allah I. Karena tempat buang air (WC dan yang semacamnya) merupakan tempat kotoran dan hal-hal yang najis, tempat syetan berkumpul. Hal ini demi memuliakan nama AllahI

4. Jangan menghadap atau membelakangi kiblat, berdasarkan hadits yang bersumber dari Abu Ayyub Al-Anshariz, ia menyebutkan bahwasanya Nabi n telah bersabda, “Apabila kamu sampai di tempat buang air, maka janganlah kamu menghadap kiblat dan jangan pula membelakanginya, apakah itu untuk buang air kecil ataupun air besar.” (Muttafaq’alaih).

Ketentuan di atas berlaku apabila di ruang terbuka saja. Adapun jika di dalam ruang (WC) atau adanya penutup/ penghalang yang membatasi antara si pembuang hajat dengan kiblat, maka boleh menghadap ke arah kiblat namun membelakangi kiblat lebih baik daripada menghadapnya.

5. Jangan kencing di air yang tergenang (tidak mengalir)atau di bak atau ember, berdasarkan hadits yang bersumber dari Abu Hurairah t bahwasanya Rasulullah n bersabda, “Jangan sekali-kali seseorang di antara kalian buang air kecil di air yang menggenang yang tidak mengalir kemudian ia mandi di situ.” (Muttafaq ’alaih)

Continue reading