Sabar Ya nak

Qonita

Pulang malam hari sebenarnya kebiasaan yang tidak saya senangi, namun demi sebuah kewajiban hal kebiasaan tersebut menjadi biasa. Hanya saja keluh kesah anak tidak  bisa langsung saya dengar, kemarin saat saya pulang dari dinas luar kota, saya mendengar cerita yang kurang menyenangkan tentang anak saya.  Ketika saya sampi dirumah seperti biasa istri saya akan cerita banyak tentang aktifitas apa saja yang dilakukan oleh anak-anak kami sepanjang hari itu. Tidak mau ketinggalan cerita anak saya maka ketika istri saya cerita saya langsung saja duduk manis mendengarkan cerita tentang anak saya.

Namun hari itu berbeda ,cerita istri saya membuat perasaan hati tidak anak, sebab Qonita mengeluhkan nilainya yang kurang bagus dibandingkan adiknya Faruqi, sambil menyodorkan kertas hasil ulangananya Qonita menyelipkan sebuah keluhan : “ umi nilai saya kok jelek-jelek padahal saya sudah belajar sugguh-sungguh, Faruqi tidak belajar sungguh-sungguh tapi nilainya bagus-bagus?????, gimana nih umi., kata Qonita sambil menunjukkan wajahnya yang cemberut. Istri saya yang  mendengarkan keluhan Qonita hanya mampu berkata: “ sabar ya mbak  Qonita suatu saat nanti nilai kamu akan bagus-bagus, janngan bosan untuk belajar ya?. Inilah yang saya khawatirkan secara akademik memang Faruqi lebih cepat belajar dibandingkan Qonita meskipun ia malas belajar, sementara Qonita dalam belajar memang sangat tekun namun agak lamban memahami apa yang dipelajarinya. Inilah kelebihan

Qonita dibandingkan Faruqi dia lebih tekun dan telaten dalam belajar. Jika kejadiannya sudah demikian maka kami berdua akan memberikan support agar Qonita tetap konsisten dengan ketekunannya InsyaAllah suatu saat Allah akan memberikan hasil yang memuaskan. Seperti kita ketahui bersama bahwa Allah tidak hanya menilai hasil namun mengutamakan proses dalam berikhtiar pada setiap aktifitas yang dilakukan hamba-Nya. Saya berharap juga, ya Allah semoga UTS kali ini Qonita Engkau berikan hasil yang diinginkannya agar ia tetap beristiqomah  dengan ketekunannya.amiin ya rabbal ‘alamiin.

6 comments on “Sabar Ya nak

  1. alhamdulilah qonita sabar. jangan lihat hasil. hidup ini proses. gitu juga yag saya bilang ke murid2, jadi mereka gak sedih melihat hasil yg kurang memuaskan

  2. Bisa terjadi demikian. Namun jika Farugi kelasnya lebih rendah daripada Qonita kita masih bisa menjelaskan ” Yaaa adikmu kan baru kelas 3 dan pelajarannya masih mudah2, makanya adikmu bisa menjawan ulangan dengan mudah. Sedangkan Qonita sudah kelas 5 dan pelajarannya lebih sulit”.

    Namun jika kelasnya sama, misalnya sama2 kelas 4 maka kita harus memompa semangat Qonita untuk lebih giat belajar lagi.

    Semoga nak Qonita nilainya semakin bagus.

    Salam hangat dari Surabaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s