Sore ini saya terharu ketika pulang dari kantor, kebetulan dua anak saya Faruq dan Qonita ikut kekantor. Sebelum kami pulang kedua anak saya membeli dua bungkus jajanan semacam roti dibalut taburan meses. Jajanan ini sangat disukai kedua anak saya, lalu kami bersama-sama menikmatinya dikantor. Ketika tiba saatnya pulang saya kemudian meminta kedua anak saya untuk segera membonceng disepeda motor, Qonita dibelakang dan Faruq didepan saya. Saya agak sedikit heran ketika Faruq naik didepan dia masih memegang satu buah roti, karena dia sedikit kerepotan untuk naik sepeda sambil tangannya memegang sebuah roti, iseng saya bertanya “ Faruq kenapa rotinya kok tidak dihabiskan?” Faruq menjawab sambil menoleh kearah saya : “ roti yang ini saya sisakan buat umi ”. Saya bergumam subhanallah Faruq: “ urusan berbagi roti walaupun hanya satu potong kamu masih mengingat umi, semoga Allah menjadikan engkau anak yang selalu mengingat jasa umimu dalam keadaan susah ataupun senang.”
Kadang tidak pernah menyangka sebuah peristiwa yang tak terduga kita alami, seperti yang saya alami hari ini, sungguh saya terharu, betapa Allah SWT maha pengasih telah menitipkan saya anak-anak yang mau berbagi meskipun hanya sedikit semoga cerita pendek ini menjadi inspirasi bagi anda
Tanda yang sudah mulai nyata ya Mas…. Semoga keduanya jadi anak sholeh dan sholihah Mas…. Salam kenal… Terima kasih telah berkunjung ke tempat saya
seneng saya liat anak2 seperti itu, semoga faruq jadi anak sholeh
Pinternya si Faruq. Umur berapa tahun, Mas?
Saya terharu membacanya mas, sungguh Faruq kecil yang berhati mulia. semoga Faruq menjadi anak yang shaleh. Amin . . .