Mungkin kalau kata-kata diatas di ucapkan oleh orang dewasa ini mungkin dari sebuah kekuatan iman yang tertanam didalam hatinya. Tapi bagaimana kalau kata-kata tersebut keluar dari mulut seorang bocah? inilah yang mengherankan bagi saya karena ucapan tersebut tidak pernah saya sangka akan di ucapkan oleh anak saya yang masih bocah. Entahlah apa motivasi yang ada pada diri Faruqi (putra kedua saya), ketika suatu malam hanya kami berdua sedang berada di rumah sementara istri dan anak saya yang nomer satu sedang membeli keperluan rumah tangga kami di sebuah supermarket di kota Malang.
Ungkapan : “kan ada Allah” berawal dari sekian lamanya kami berdua menunggu kedatangan istri dan anak saya yang nomer satu kembali dari belanja, sebab setelah kontak via sms istri saya menjanjikan akan memberikan lauk sekaligus untuk makan malam kami. Tapi karena lama saya kemudian berinisiatif membeli lauk sendiri maklum setelah lebaran gas kami telah habis dan belum sempat beli. Secara tidak sengaja saya mengutarakan keinginan saya kepada Faruqi untuk membeli lauk, saat itu jam setengah sembilan malam. Saya berkeinginan meninggalkan Faruqi sendirian di rumah walaupun malam hari. Kemudian saya segera bertanya kepdanya: ” dek Faruq kalau abi keluar beli lauk buat makan bagaimana”?.
Faruq : ” ya nggak apa-apa bi kebetulan saya sudah lapar “.
Abi : ” tapi kamu sendirian di rumah bagaimana? apa kamu nggak takut”?.
Faruq : ” Nggak apa-apa bi aku nggak takut, kan ada Allah”!
Saya sempat tersentak mendengar jawaban yang tidak pernah saya duga bahwa kata-kata tersebut akan keluar dari mulut mungil Faruqi. Dalam ahati saya berkata : ” Ya Allah entah saya tidak tahu bagaimana harus bersyukur kepada-Mu, Engkau telah mengajarkan aku tentang kehidupan ini agar selalu takut hanya kepada Allah. Meskipun pelajaran itu keluar dari seorang Faruq. Semoga Engakau jadikan Faruqi sebagai putra kami yang akan mengemban tanggung jawab risalah agama-Mu yang sholeh dan amanah. amiiin ya Rabbal alamain